Category Archives: Humor

Hahaha, jangan tertawa!

Plesetan Kyai Wahab

Di kalangan pesantren dan di lingkungan NU, almagruflah Kyai Wahab Chasbullah terkenal sebagai ulama dan pejuang kemerdekaan serta aktivis pergerakan. Sahabat-sahabatnya, juga mengenalnya sebagai politisi ulung yang pandai berdiplomasi.
Dan Kyai Wahab memiliki keistimewaan, yang tidak banyak ada pada orang lain, yakni kemampuan melempar humor, khususnya jenis plesetan, sebagai alat diplomasi

Suatu hari, ketika Nusantara masih dalam cengkraman Belanda, Kyai Wahab berpidato di hadapan kyai-kyai dan ratusan santri.

“Wahai Saudara-saudaraku kaum pesantren, baik yang sudah sepuh, yang disebut Kyai, ataupun yang masih muda-muda, yang dikenal dengan sebutan Santri. Jangan sekali-sekali terbersit, apalagi bercita-cita sebagai Ambtenaar (pegawai)!” Begitu suara Kyai Wahab berapi-api.

“Mengapa Kyai dan Santri tidak boleh jadi Ambtenaar?

Jawabannya tiada lain tiada bukan, karena Ambtenaar itu singkatan dari Antum fin Nar. Tidak usah berhujah susah-susah tentang Ambtenaar, artinya ya tadi, ‘kalian di neraka’ tititk,” jelas Kyai Wahab.

Para kyai dan santri yang hadir tertawa dan tepuk tangan.Lain waktu, semasa penjajahan Jepang, Kyai Wahab menghadapi para kyai yang belum paham cara berpolitik dengan Jepang. Para kyai itu tidak bersedia menjadi anggota Jawa Hokokai, semacam perhimpunan rakyat Jawa untuk mendukung Jepang.

“Para Kyai tidak susah-susah mencari dalil menjadi anggota Jawa Hokokai. Masuk saja dulu. Tenang di dalam badan tersebut ada Bung Karno. Beliau tidak mungkin mencelakakan bangsa sendiri,” Kyai Wahab mulai merayu para kyai.

“Tapi Kyai, apa artinya Jawa Hokokai itu?” Tanya seorang kyai.

“Lho, Sampean belum tahu ya, Jawa Hokokai itu artinya Jawa Haqqu Kyai,” jelas Kyai Wahab singkat.

“Ooo… Jadi Jawa Hokokai itu artinya Jawa milik para kyai. Ya sudah, mari, jangan ragu masuk Jawa Hokokai,” ujar kyai tadi merespon. (Hamzah Sahal)

Sumber: Situs Resmi NU

Kang Said dan Kewalian

Waliyullah atau Wali Allah adalah derajat atau maqom yang luhur, tak bisa dijangkau oleh orang biasa. Secara bahasa saja, makna wali Allah bikin bulu kuduk berdiri bagaimana tidak, wali Allah bermakna kekasih Allah, pembela Allah, bahkan Gus Mus dalam sebuah tulisannya memaknai dengan bolo (teman) Allah.

Read the rest of this entry

Malaikat pun Dibikin Bingung Beda Awal Puasa

Awal Ramadhan selalu membikin bingung masyarakat, mau ikut siapa. Pemerintah punya pendapat, ada pula ormas Islam yang keukeuh dengan tafsirnya sendiri. Masing-masing adu argumentasi dan perang opini, tak peduli masyarakat yang menjadi korban ketidaksepakatan para elit ini.

Syahdan, ternyata yang kebingungan bukan hanya masyarakat di pelosok desa dan kota se-Indonesia, para malaikat pun mengalami hal yang sama.

Read the rest of this entry

Ahli Melihat Rukyah

Sidang Isbat di Kementerian Agama dihadiri banyak orang dari ormas, para duta besar, ahli astronomi, pejabat terkait, dan tak ketinggalan, para puluhan wartawan dari pelbagai media.

Saya berdiri di tengah para wartawan yang sedang sibuk mengamati paparan ahli astronomi. Tapi tiba-tiba, saya kaget dengan pertanyaan iseng dari seorang wartawan perempuan, “Mas, kira-kira rukyahnya bisa dilihat gak ya?”

Read the rest of this entry